=It’s all about Relationship=

tunasmuda

(Oleh: Ayu Made Bintang,August 31, 2016)

It’s all about RELATIONSHIP

Sebagian besar dari kita para orang tua tertinggal jauh dari anak-anak dalam hal penguasaan & penggunaan media digital. Jujur, hanya sedikit pula dari kita yang mengawasi anak-anak dalam ber-digital ria.Kenyataan terbalik- para ibu justru sangat mahir dalam ber-selfie, mengedit foto dengan aplikasi touch up terkini (kadang foto tak seindah aselinya hehehe), menulis status (kek saya ini haha), dan bapak yang asyik main game di hp saat senggang, namun filterisasi konten buruk sederhana di laptop-hp anak tidak dilakukan (padahal tutorial di gadget sudah terpampang- hanya butuh waktu sedikit untuk men-settingnya)

Kepemilikan hp di Indonesia adalah 84% dari total penduduknya. 30 juta anak& remaja kita menggunakan internet dan media digital sebagai pilihan utama untuk berkomunikasi. 3 Motivasinya: mencari info berkenaan kegiatan sekolah, terhubung dengan teman lama dan baru, serta hiburan (games, utube,dll) (survei kerjasama kementrian Kominfo & Unicef, 2014)

Efek negatif internet sudah kita ketahui seperti, info pribadi anak bisa tersebar disalahgunakan oleh orang jahat, terpapar pornografi baik itu sengaja atau tidak sengaja, kecanduan main game online, dll

Pendekatan komprehensif untuk memahami Keamanan Berinternet dalam Pola Asuh Anak di Era Digital ini, bisa melalui kajian psikologi, agama, dan tak kalah pentingnya Informasi Teknologi itu sendiri, yang justru sering luput dipahami dengan alasan klise yaitu: Gaptek. (kalo udah urusan teknis rasanya ribet)

Kita tidak diwariskan ilmu mendidik era digital oleh orang tua kita, begitu juga mereka tidak diajarin nenek-kakek kita untuk pasang casette tape, video betamax,Compact Disc dan menyetel LD.

Kita tidak harus lebih jago IT nya dari anak-anak, kapasitas dan kompetensi mereka melesat jauh. Tapi kalau diamati selalu ada benang merahnya, mau zaman berubah, mau apapun medianya , bahwa yang namanya “Hubungan”, “Kedekatan” atau “Relationship” itulah yang harus dijaga, apapun yang dilakukan anak-anak (kita gak bisa jaga 24 jam kan) perasaan mereka tetap terhubung dengan orangtuanya. Mudah-mudahan niat, hal buruk dapat terfilterisasi dengan kedekatan itu.

Beberapa kali saya membahas dengan teman-teman dan membaca bahwa kalau anak mau sukses-baik-hebat, orang tua juga harus bisa berubah dalam artian mau belajar menambah kasanah parentingnya.

Sangat senang rasanya kami dari Parent Association TM School-Meruya, mendapat pecerahan positif dari seminar Digital Parenting yang diberikan oleh seorang praktisi IT berpengalaman 20 tahun yaitu Bpk. Immanuel Daely pendiri Rumah Bijak Online
Pendekatan yang diberikan beliau sangat mengena dengan kondisi jaman ini: Teach, Awarness, Supervise, Control, Celebrate. Pembicaraan menjadi sangat menarik, intens dan interaktif, dengan tutorial teknis sederhana filterisasi. Pak Imman juga memiliki anak remaja, jadi sangat paham kesulitan yang ortu hadapi saat ini. Kami juga sangat bahagia bahwa banyak figur Bapak yang hadir, berarti kesadaran ‘it takes two to tango’ dalam keluarga semakin besar.
Terima kasih pada semua teman-teman dan pihak sekolah yang sudah mendukung acara ini, colek Ning Nathan 🙂

(Seperti dikutip di Facebook Status 23 Agustus 2016)

About The Author