Heboh Sexting Firsa, apa Whatsapp bisa diretas?

 

Baru-baru ini berita tentang bocornya isi akun Whatsapp orang ‘terkenal’ di Indonesia menjadi berita hangat, dan kita mungkin bertanya apa Whatsapp masih aman? Padahal WA telah menerapkan teknologi ‘end to end encryption’, yang artinya tidak mungkin dapat disadap oleh seseorang di tengahnya, bahkan oleh Telkom provider sekalipun.

Jadi apa kebocoran itu benar adanya?
Tentu kebocorannya itu bisa terjadi tapi kejadiannya lebih masuk akal kalau secara fisik ponsel sudah dimiliki atau dipegang oleh hacker. Jadi bukan lewat seorang di Rusia atau tempat lain lewat Internet. Screenshot dari chatting yang muncul di berbagai media online menunjukkan jenis kebocoran seperti ini hanya dapat dilakukan bila secara fisik ponsel ada di tangan hacker. Memang ada juga aplikasi yang bisa melakukan sesi remote control pada ponsel seseorang sehingga semua kegiatan layar terekam. Tetapi dalam hal ini pemilik ponsel harus menyetujuinya lebih dulu.

Kalau ponsel sudah di tangan, ada banyak aplikasi yang tersedia untuk meretas isi ponsel tersebut termasuk cloning. Keunggulan WA yang tidak seperti banyak aplikasi chat lainnya, WA tidak menyimpan pembicaraan di server tertentu, WA hanya menyimpan chatting di ponsel kita. Meskipun WA dapat digunakan lewat web (versi desktop), itupun mesti dikendalikan bila ponsel di tangan kita.
Kesimpulannya, adalah lebih penting kita mengurangi risiko ini dengan menjaga ponsel kita sendiri serta hati-hati bila mengunduh aplikasi yang tidak dikenal, selalu baca ulasannya. Jangan sampai ponsel jatuh ketangan orang lain. Contoh, apakah sudah ada password? Apakah masih sering kita share password atau meminjamkan ponsel pada orang lain? Apakah sudah disetel dengan opsi ‘delete all’ ketika ponsel hilang?
Anggaplah ponsel seperti dompet, selalu amankan secara fisik. Terimakasih.

About The Author