Konsultasi

TAHUKAH ANDA APA YANG DILAKUKAN ANAK ONLINE?

sedang-apa-anak-online-small

Sebagai orangtua, Anda mungkin sedang suka-sukanya bersosial ria di media online. Dari mulai selfie, berbagi gaya hidup, sampai ikutan reuni, semua serba dimudahkan oleh teknologi zaman ini. Namun Anda juga pasti sudah sering mendengar tentang berbagai bahaya online bagi anak dan remaja. Bahkan mungkin setiap hari Anda kuatir tentang perilaku online mereka dirumah.  Apakah masa depan mereka aman?

Sebenarnya Anda mau dan bersedia melakukan sesuatu, tetapi selalu terhalang karena Anda merasa gaptek, apalagi kalau melihat anak-anak yang cenderung lebih canggih menghadapi gadget-gadget baru, hm ? Disamping itu, bahkan anak-anak pun sudah mulai meng’intimidasi’ Anda: “Ibu sih terlalu kuno, ini sudah zaman online”.

Alhasil, kitapun menjadi kurang percaya diri, dan anak-anak akhirnya dibebaskan bermain sendiri di dunia onlinenya, mereka lanjut belajar sendiri maupun dari teman-temannya. Pengawasan dan pengasuhan dari orang tua menjadi absen sama sekali. Orangtua bukannya tidak mau melakukan sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana. Akhirnya keluarga pun menjadi pura-pura tidak tahu dan saling mendiamkan, hidupku pilihanku, hidupmu pilihanmu. Akibatnya dunia online menjadi dinding pemisah yang berakibat menjauhkan anggota keluarga satu dengan lainnya (sedih nggak?)

Awalnya, mungkin Anda yang memulai dengan memberi gadget pada anak karena alasan tidak mau ketinggalan teknologi. Betul juga sih!  Namun lama kelamaan berakhir menyedihkan dimana Anda sudah tidak bisa mengendalikan lagi, sebab keseharian anak sudah tidak bisa dipisahkan dari gadgetnya, entah keasyikan bermain games dirumah atau di warnet sekitar rumah. Kalopun ditegur, mereka mungkin balik berkata Ibu sih tidak ikut zaman. Jadi tambah sedih saja.

Sangat jelas bahwa kecanduan online membuat banyak anak-anak sulit untuk berkonsentrasi dalam belajar, apalagi bila mereka telah meng-komsumsi bahan-bahan dewasa seperti pornografi dan media sosial. Ditambah lagi dengan pergaulan anak-anak didunia onlinenya yang jauh dari pengawasan orangtua, maka setiap saat anak berisiko terculik, mengalami kekerasan hingga perkosaan dan pembunuhan, apabila pergaulan dunia online-nya dengan orang asing meningkat jadi temu muka.

Bila dalam dunia nyata kita selalu mengawasi pergaulan anak, dengan siapa mereka bermain, kemana mereka pergi, apa yang mereka beli dan banyak hal lain lagi, mengapa kita tidak mengawasi dunia online mereka? Hal ini mungkin karena kita tidak pernah melihat apalagi diajarkan bagaimana melakukan DIGITAL PARENTING.  Betul tidak? Apalagi umumnya manusia itu lebih cenderung suka ‘status quo’, kalo bisa hidup enak dan lebih mudah kenapa mau susah ?

Padahal peran orangtua mengamankan anak dan remaja adalah sangat penting dan diharapkan. Hal inipun sebenarnya bisa diajarkan dan dilakukan !! (Percaya tidak?).

Jadi sebelum sesuatu yang fatal dari dunia online terjadi bagi anak-anak yang kita sayangi, orangtua mestinya perlu memperlengkapi diri dengan pengetahuan tentang apa saja dampak negatif Internet bagi anak dan remaja.

Sehingga, dengan demikian orangtua dapat cakap melakukan tindakan-tindakan pencegahannya, contohnya dengan memberikan batasan-batasan pada dunia online anak.

Tindakan pencegahan selalu lebih baik daripada memperbaiki. Jangan menunggu sampai suatu bahaya dari online terjadi pada anak, baru orangtua mau berubah. Sudah terlalu banyak contoh kasus anak dan remaja yang memilukan telah terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri. Kita tentunya tidak mau kasus itu terulang pada anak-anak kita.

LALU ADAKAH SOLUSINYA?

Tentu saja!Hubungi kami untuk konsultasi Cyber Safety termasuk memberi pelatihan untuk mendapatkan pencerahan tentang cara mencegah dampak negatif Internet di rumah. Ini pengetahuan yang setiap orang tua harus ketahui agar dapat aktif terlibat mengamankan anak dan remaja dari bahaya-bahaya dunia online.